Mesin pembuat es batu bekerja dengan cara yang cukup kompleks. Air yang masuk ke dalam sistem tidak hanya dibekukan, tetapi harus melewati rangkaian proses pendinginan hingga terbentuk es dengan ukuran dan bentuk tertentu. Karena itu, ketika mesin pembuat es batu dikirim ke Jepang, perhatian tidak cukup hanya diberikan pada ukuran dan beratnya.
Bagian yang paling penting justru berada di balik bodi mesin. Kompresor, kondensor, evaporator, saluran refrigeran, pompa air, dan sistem kontrol bekerja secara bersamaan untuk menghasilkan es. Kerusakan kecil pada salah satu bagian tersebut dapat membuat mesin tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.
Mesin yang pernah digunakan sebaiknya dikosongkan terlebih dahulu. Sisa air di dalam tangki, selang, pompa, maupun bagian lainnya perlu dikeluarkan dan dikeringkan. Air yang tertinggal di dalam sistem dapat menjadi masalah ketika mesin disimpan dalam kondisi tertutup selama perjalanan yang cukup panjang.
Bagian pembuat es juga perlu mendapatkan perhatian. Sisa es yang mencair, kerak mineral, atau kotoran yang menempel pada permukaan evaporator dapat dibersihkan sebelum mesin dikemas. Untuk mesin yang digunakan dalam bisnis makanan dan minuman, kebersihan bagian dalam tentu menjadi hal yang semakin penting.
Ada satu hal lain yang sering tidak diperhatikan ketika mengirim mesin pendingin, yaitu posisi mesin selama perjalanan. Kompresor dan sistem sirkulasi refrigeran memiliki konfigurasi tertentu. Membaringkan mesin tanpa mempertimbangkan konstruksinya dapat membuat oli kompresor berpindah ke bagian yang tidak seharusnya. Karena itu, posisi pengangkutan sebaiknya mengikuti petunjuk dari produsen mesin.
Bodi mesin pun tetap perlu dilindungi meskipun sebagian besar dibuat dari logam. Panel stainless steel dapat mengalami penyok ketika terkena benturan, sedangkan panel kontrol digital memiliki komponen elektronik yang lebih sensitif. Perlindungan pada sudut dan sisi mesin menjadi penting terutama ketika barang harus melalui beberapa tahap bongkar muat.
Untuk kirim mesin ke Jepang yang berukuran besar, persoalan berikutnya adalah akses menuju lokasi pemasangan. Mesin mungkin dapat dimasukkan ke dalam kendaraan dengan mudah, tetapi belum tentu dapat melewati pintu atau lift di tempat tujuan. Mengukur akses masuk sebelum mesin diberangkatkan dapat mencegah masalah ketika barang sudah sampai di Jepang.
Setelah tiba, mesin juga sebaiknya tidak langsung digunakan. Pemeriksaan kondisi fisik, sambungan listrik, saluran air, dan sistem pendingin perlu dilakukan terlebih dahulu. Apabila selama perjalanan mesin sempat berada dalam posisi miring, waktu tunggu sebelum pengoperasian juga perlu mempertimbangkan rekomendasi dari produsen.
Mesin pembuat es batu pada dasarnya merupakan gabungan antara sistem mekanis, listrik, air, dan pendinginan. Kompleksitas tersebut membuat proses pengirimannya membutuhkan perhatian lebih dibandingkan peralatan biasa. Semakin baik kondisi mesin dipersiapkan sebelum berangkat, semakin mudah pula proses pemeriksaan dan pemasangannya setelah tiba di Jepang.

Komentar
Posting Komentar