Beberapa waktu lalu saya baru kepikiran, ternyata orang yang tinggal di Jepang tidak selalu membutuhkan barang-barang yang dibeli di sana. Ada kalanya mereka justru ingin barang dari Indonesia.
Contohnya pakaian, perlengkapan sehari-hari, camilan kesukaan, atau barang pribadi yang sudah biasa digunakan sejak tinggal di Indonesia.
Kalau dipikir-pikir, masuk akal juga. Kita sendiri kalau sudah terbiasa menggunakan barang tertentu, belum tentu langsung cocok dengan barang penggantinya. Kadang bukan karena barang di tempat baru tidak bagus, tetapi karena sudah nyaman dengan yang biasa digunakan.
Misalnya, ada seseorang yang baru pindah ke Jepang untuk bekerja. Beberapa bulan pertama mungkin masih sibuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Mulai dari pekerjaan, tempat tinggal, sampai urusan belanja kebutuhan sehari-hari.
Setelah semuanya mulai berjalan normal, barulah terasa ada barang-barang dari rumah yang ternyata belum terbawa.
Awalnya mungkin ingin meminta keluarga mengirim paket ke Jepang yang berisi beberapa barang saja. Tetapi setelah dipikir lagi, ada pakaian yang masih tertinggal, ada perlengkapan pribadi, dan ada juga barang lain yang sekalian ingin dikirim.
Akhirnya, keluarga di Indonesia mulai sibuk mengumpulkan semuanya.
Kalau barangnya sudah terkumpul, tentu perlu dipikirkan cara mengirimkannya. Apalagi kalau tujuan akhirnya Jepang, bukan kota sebelah.
Untungnya, sekarang sudah ada jasa pengiriman yang melayani pengiriman barang dari Indonesia ke Jepang. Kita tidak harus mengurus semuanya sendiri, tetapi tetap perlu mencari tahu layanan yang sesuai dengan kebutuhan.
Sebelum mengirim, sebaiknya tanyakan dulu apakah barang-barang tersebut diperbolehkan. Jangan langsung memasukkan semua barang ke dalam kardus karena beberapa jenis barang memiliki aturan tersendiri.
Setelah itu, perhatikan juga berat dan ukuran paket. Barang yang terlihat ringan belum tentu menghasilkan biaya pengiriman yang murah kalau ukurannya besar. Karena itu, kemasan sebaiknya dibuat sesuai dengan isi barang, bukan sekadar menggunakan kardus terbesar yang tersedia di rumah.
Kalau barangnya mudah pecah atau rusak, perlindungannya juga harus diperhatikan. Paket akan melewati perjalanan yang cukup panjang, sehingga kemasan yang kuat bisa membantu mengurangi risiko kerusakan.
Lalu, berapa lama barang bisa sampai?
Ini bergantung pada jenis pengiriman yang dipilih. Jalur udara biasanya lebih cepat, sedangkan jalur laut umumnya membutuhkan waktu lebih lama. Biaya dan perkiraan waktu pengiriman bisa ditanyakan langsung kepada jasa ekspedisi sebelum memutuskan.
Sebenarnya, yang paling penting adalah merencanakan pengiriman sesuai kebutuhan. Kalau barangnya tidak mendesak, kita punya lebih banyak pilihan untuk mempertimbangkan layanan. Sebaliknya, kalau barangnya dibutuhkan segera, waktu pengiriman harus menjadi salah satu pertimbangan utama.
Saya rasa hal seperti ini cukup menarik. Barang yang bagi kita di Indonesia terlihat biasa saja, ternyata bisa menjadi sesuatu yang penting bagi orang yang tinggal jauh dari rumah.
Jadi, kalau ada keluarga atau teman di Jepang yang meminta dikirimi barang dari Indonesia, jangan langsung menganggap prosesnya pasti merepotkan. Cari tahu dulu barang apa yang bisa dikirim, berapa biayanya, dan bagaimana cara menyiapkan paketnya.
Siapa tahu, barang yang selama ini hanya tersimpan di rumah ternyata masih sangat dibutuhkan oleh seseorang yang sedang tinggal ribuan kilometer jauhnya.
.png)
Komentar
Posting Komentar