Batu akik edong mengandung nilai keindahan yang begitu tinggi. Tidak seperti batu akik pada umumnya, batu jenis ini memiliki 5 warna sekaligus dalam setiap bongkahannya. Perpaduan dari warna-warni pada batu ini seringkali menciptakan corak dan gambar tertentu yang sangat unik. Oleh karena itu, setiap kepingan batu edong memiliki pesona yang berbeda-beda.
Batu Edong
Penamaan batu akik edong diambil sesuai dengan nama penemunya yaitu Abah Edong. Sekitar pertengahan tahun 1996, Abah Edong menemukan bongkahan batu berwarna-warni di pekarangan rumahnya yang terletak di Kabupaten Garut. Awalnya, dia menganggap batu akik temuannya itu tak bernilai sama sekali karena yang dicarinya adalah bongkahan batu akik berwarna hijau. Bahkan, dia sempat dicemooh oleh rekan-rekannya karena beberapa kali menemukan batu akik yang aneh ini. Entah sengaja atau tidak, dia pun memilih untuk menyimpan "batu tak bergunanya" itu di dalam rumah daripada membuangnya.
Pamor batu edong mulai meningkat ketikat kepala desa setempat merasa tertarik dengan bongkahan batu ini, lantas membelinya. Beberapa waktu kemudian, para kolektor batu akik pun mulai berdatangan ke rumah Abah Edong dan mengaku sangat berminat dengan batuan jenis baru ini. Beberapa penghobi bahkan ada pula yang datang langsung dari Jakarta guna membeli batu temuan Abah Edong tersebut. Lambat laun, eksistensi batu edong pun semakin diminati oleh para pecinta batu akik di Nusantara karena diklaim mengandung nilai seni yang sangat tinggi. Seakan tak mau melewatkan momentum tersebut, penduduk setempat pun beramai-ramai menambang batu ini.
Karya Seni Alam
Karakteristik batu edong memiliki permukaan yang berwarna merah, hijau, kuning, biru, dan putih, atau dikenal dengan istilah pancawarna. Bagi para penambang batu yang jeli, kombinasi dari kelima warna batu ini dapat dibentuk menjadi suatu gambar tertentu sehingga nilainya akan menjadi lebih tinggi. Secara otomatis harganya pun akan ikut naik bahkan bisa mencapai 50 kali lipat.
Bayangkan saja, cincin batu edong tak bermotif biasanya dibandrol sekitar Rp 5-20 juta. Sementara itu, apabila di dalam batu tersebut ada suatu gambar yang seakan terlukis alami, maka harganya bisa mencapai Rp 500 juta. Menakjubkan sekali bukan? Lihat juga batu akik lavender.
Iringan Ritual Khusus
Karena terus-menerus ditambang, saat ini jumlah bongkahan batu edong di alam semakin sedikit. Tak heran, tingkat kesulitan penambangan batu ini tergolong sangat tinggi. Malahan bukan kabar yang aneh lagi jika penambang tidak menemukan bongkahan batu edong sebiji pun meski sudah mencarinya seharian penuh.
Berlatar dari kesulitan untuk mendapatkan batu edong ini, masyarakat setempat biasanya akan menggelar suatu ritual khusus sebelum mencari batu edong. Tujuannya adalah untuk meminta bantuan dari Tuhan agar diberi petunjuk dan kemudahan. Ajaibnya setelah menggelar ritual ini, beberapa penambang mengaku bisa lebih mudah menemukan batu edong, walaupun ada juga yang tetap harus pulang dengan tangan hampa.
Pemancar Aura Daya Tarik
Bagi para penggemar batu akik, batu edong kerapkali dianggap sebagai batu yang bertuah. Konon, batu pancawarna ini dipercaya mampu membangkitkan aura pemiliknya sehingga tampak lebih menarik. Batu ini juga sering dijadikan sarana untuk memikat hati lawan jenisnya. Belum cukup sampai di situ, batu edong juga diyakini akan membuat seseorang lebih dihormati dan dihargai oleh orang-orang di sekitarnya. Namun sebagai umat muslim, hendaknya kita tidak mempercayai hal-hal yang di luar ketentuan Allah SWT.
Komentar
Posting Komentar