Batu akik bacan adalah batuan permata asli Indonesia, tepatnya berasal dari Maluku Utara. Batu ini memiliki karakteristik yang sangat khas pada permukaannya yang identik dengan warna hijau. Pamor batu bacan saat ini semakin meningkat dan menjadi buruan para penghobi batu akik karena pesona keindahannya.
Batu Akik Bacan
Selain hijau, batu bacan sebenarnya ada yang berwarna kuning, ungu, cokelat, merah, dan putih. Hanya saja, para kolektor lebih menyukai batu bacan yang berwarna hijau seperti cincau karena dianggap lebih istimewa. Nilai batu bacan akan semakin naik seiring dengan tingkat kematangannya yang menjadikan batu ini berwarna hijau jernih seperti air.
Ada 3 Jenis
Tahukah anda, batu bacan ditambang dari Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Di wilayah ini, terdapat 3 daerah pertambangan batu permata yang terkenal, di antaranya yaitu Desa Doko, Desa Palamea, dan Desa Obi. Uniknya, bebatuan yang berasal dari ketiga tempat tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Batu bacan doko memiliki warna hijau bening, hijau tua, dan hijau cincau dengan waktu perubahan warna yang tergolong cepat. Sedangkan batu bacan palamea berwarna hijau kebiruan dengan waktu perubahan warna yang relatif lebih lambat daripada jenis sebelumnya. Sementara itu, warna batu bacan obi tampak merah kecokelatan dan sifatnya tidak bisa berubah menjadi lebih jernih seperti halnya pada batu dari daerah Doko dan Palamea. Dari ketiga jenis batu bacan di atas, batu akik yang berasal dari Doko dianggap memiliki kualitas paling bagus.
Batu yang Hidup
Batu bacan seringkali disebut-sebut sebagai batu yang hidup. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik warna di permukaan batu ini yang akan menjadi lebih cerah seiring dengan waktu pemakaiannya. Batu bacan yang semula berwarna hijau gelap, secara bertahap akan berubah warna menjadi hijau cincau dan hijau muda. Kemudian proses alami ini terus berlanjut sampai batu bacan berwarna hijau bening.
Tidak cukup sampai di situ saja, batu bacan juga dikenal mampu menyerap senyawa logam yang ada di sekitarnya. Misalnya pada cincin emas yang bermahkotakan batu bacan. Seiring berjalannya waktu, akan tampak butiran-butiran emas di dalam batu cincin tadi karena menyerap dari kawat cincinnya. Ajaib sekali!
Setara dengan Giok
Bagi kalangan pecinta batu di Indonesia, batu bacan diklaim memiliki kualitas yang setara dengan batu giok asal China. Bahkan tingkat kekerasan batu ini sendiri bisa mencapai 7,5 dalam skala Mohs, yang berarti lebih tinggi dari batu giok. Maka tak heran apabila harga dari batu akik jenis bacan ini sangatlah mahal.
Batu untuk Kesehatan
Jika dilihat dari segi auranya, batu bacan berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh, baik secara fisik maupun psikis pemakainya. Batu ini dipercaya mampu memperkuat kinerja jantung, mata, dan otak sehingga tubuh menjadi lebih berenergi. Di samping itu, batu bacan juga dianggap berkhasiat untuk mengatasi kelelahan jiwa dan menyeimbangkannya kembali.
Batu Sakti
Sama seperti batu akik sisik naga, percaya tidak percaya, batu bacan juga dikenal sebagai batu yang sakti. Siapapun yang mengenakan batu ini akan mendapatkan suatu ilmu kesaktian yang luar biasa. Akan tetapi, keyakinan tersebut perlu kita kembalikan lagi kepada Allah SWT, karena Dia-lah yang Maha Sakti.
Komentar
Posting Komentar