Bagaimana cara membedakan batu akik asli dan palsu? Indonesia saat ini tengah mengalami demam batu akik. Di mana-mana terlihat para penjaja batu permata ini ramai dikerubungi oleh para pembelinya. Tak tanggung-tanggung, nilai transaksinya pun mencapai puluhan bahkan jutaan rupiah.
Batu akik memang tidak mengenal gender. Baik pria dan wanita, semuanya tampak lebih menarik ketika mengenakan hiasan bermahkotakan batu ini. Itu sebabnya, banyak oknum-oknum pemalsu batu akik mulai bermunculan guna mendapatkan untung besar. Dengan bermodalkan suara nyaring dan janji manis, mereka membanderol batu akik aspalnya itu dengan harga yang lebih miring.
Sebagai orang awam yang ingin membeli batu akik, disarankan bagi anda untuk mengajak teman yang memang mengenal betul seperti apa batu akik itu. Selalu bersikap sabar, jangan mudah terburu-buru dalam memilih, dan yang terpenting jangan mudah tergiur dengan harga murah. Sebab, batu akik imitasi bisa diklaim asli oleh oknum penjual yang tidak jujur. Salah-salah, justru anda yang akan tekor karena barang palsu dihargai sama dengan barang asli.
Sebenarnya, perbedaan antara batu akik asli dan palsu bisa dilihat dengan kasat mata. Perbedaan yang mencolok terletak pada seratnya, di mana setiap batu asli memiliki alur serat yang berbeda-beda dan sangat khas. Beberapa alat bantu yang mungkin berguna saat berburu batu akik adalah kaca pembesar dan senter.
Berikut ini cara membedakan batu akik asli dan palsu dengan metode 7D :
1. Dilihat
Setiap batu akik memiliki serat yang khas dan terukir secara alami. Serat ini tampak berliuk-liuk tak beraturan dan mulus tanpa adanya bekas gelembung udara. Sedangkan batu imitasi khususnya yang terbuat dari bahan kaca terlihat lebih jernih/bening dan ada bekas gelembung akibat udara yang terperangkap. Perbedaan ini akan tampak lebih jelas ketika anda menggunakan bantuan lup dan senter.
2. Disentuh
Ketika disentuh, batu akik asli terasa lebih dingin ketimbang batu berbahan kaca dan sintetis lainnya. Perbedaan suhu ini akan lebih terasa jika anda menempelkan batu tersebut di leher, pipi, dan pergelangan tangan. Sementara itu, batu akik imitasi bersuhu normal dan cepat menjadi hangat saat disentuh kulit.
3. Dibakar
Seperti kita tahu, pembakaran material batu secara singkat tidak menyebabkan terjadinya perubahan fisik apapun. Sama halnya dengan batu akik asli ini, ketika diletakkan di atas api, permukaan batu tetap berwujud sama tanpa mengalami perubahan yang berarti. Suhunya pun cepat berubah menjadi dingin kembali. Sebaliknya, batu akik palsu saat dibakar akan menimbulkan bekas gosong berwarna kehitam-hitaman dan panasnya bertahan lebih lama.
4. Diangkat
Tahukah anda, unsur-unsur yang membentuk suatu bebatuan terbilang cukup rapat. Tak heran, bobot batu akik asli lebih berat jika dibandingkan dengan bobot batu buatan. Begitupun dengan teksturnya, batu akik asli bertekstur lebih padat.
5. Dibenturkan
Zaman dahulu, manusia membuat api dengan membenturkan 2 buah batu. Dari sini, anda bisa membedakan batu akik asli dan palsu dengan cara saling dibenturkan. Kedua batu bisa dikatakan asli apabila mampu menghasilkan percikan api walau sedikit. Metode ini akan terlihat lebih jelas saat dilakukan di ruangan yang gelap.
6. Digigit
Terutama yang jenis batu akik mutiara, dikenal memiliki kepadatan unsur yang sangat tinggi. Fisik batu yang satu ini juga dikenal tidak mudah berubah bentuk meski dikenai tekanan sekuat apapun. Untuk membuktikannya, anda bisa menggigit batu akik tersebut sekuat tenaga dan lihat hasilnya. Jika tidak ada perubahan berarti pada permukaan batu tersebut, berarti itu batu akik asli.
7. Ditetesi Air
Meskipun tingkat ketepatannya tidak seratus persen, anda juga bisa mencoba menggunakan metode tetes air ini. Kebanyakan orang dulu percaya jika suatu batu ditetesi air dan bentuk air tersebut tetap berupa gelembung/tidak pecah artinya batu akik tersebut adalah asli. Mungkin hal ini didasarkan pada permukaan batu akik asli memang terbilang sangat licin dan mulus. Sehingga, keseluruhan unsur air tetap menyatu saat tergelincir di atas permukaan batu akik tersebut.
Komentar
Posting Komentar