Batu akik klawing adalah sebutan untuk batu-batuan akik yang ditemukan di Sungai Klawing, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Batu-batu di tempat ini mempunyai sifat setengah mulia dengan jenis cukup beranekaragam. Anda bisa menemukan batu pancawarna, jasper, nagasui, sampai batu-batuan kristal. Pamor batu dari wilayah ini semakin meningkat lantaran salah satunya pernah menggondol juara dalam kontes gemstone tingkat ASEAN pada 2013 lalu.
Batu Klawing
Sungai Klawing
Sungai Klawing adalah sungai utama yang berukuran paling besar di Purbalingga. Sungai ini membentang dari Purbalingga bagian utara menuju Purbalingga bagian selatan. Bagian hulu sungai klawing terletak di kaki Gunung Slamet dan bermuara di pertemuan sungai serayu dengan sungai klawing. Tidak heran, di sepanjang sungai ini dapat ditemukan batu-batuan permata dari jenis Quartz, Hematite, dan Citrine yang merupakan muntahan dari Gunung Slamet.
Antara Mudah dan Sulit
Menurut pengakuan para pemburu batu akik, mencari bongkahan-bongkahan batu di sungai klawing antara gampang-gampang sulit. Jika teliti, kita bisa dengan mudah menemukan bongkahan batu berharga ini di pinggiran sungai. Namun untuk mendapatkan bongkahan batu dengan kualitas terbaik dan berusia tua, para pencari harus menyelam sampai ke dasar sungai. Mengingat Gunung Slamet merupakan salah satu gunung berapi yang aktif, maka pasokan bahan baku batu akik di tempat ini bisa terus terjaga.
Batu Pancawarna dan Batu Nagasui
Di antara beragam jenis batu akik yang dapat dijumpai di sungai klawing, batu pancawarna dan batu nagasui adalah primadonanya. Saking terkenalnya, banyak kolektor yang sengaja berkunjung ke tempat ini guna mendapatkan batu pancawarna atau batu nagasui dengan kualitas dan keindahan yang paling tinggi. Namun jangan salah, meskipun kita membeli di daerah tambangnya langsung, harga batu akik ini sudah dibandrol cukup mahal. Jadi, siap-siap membekali diri anda dengan anggaran yang besar ya.
Komentar
Posting Komentar