Batu akik satam adalah batu akik khas Bangka Belitung yang berwarna hitam dan memiliki motif serat yang menarik. Batu ini juga sekaligus menjadi ikon kota Tanjung Pandan yang merupakan ibukota Belitung. Batu satam terbentuk dari batu meteor yang jatuh ke bumi dan bereaksi dengan unsur timah. Itu sebabnya, kelir batu ini terlihat hitam legam.
Batu Satam
Kisah Penemuan
Batu satam kabarnya ditemukan pertamakali oleh seorang penambang timah beretnis Tionghoa yaitu Sa Tam. Suatu hari di tahun 1973, Sa Tam berniat menambang timah di Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Pulau Belitung. Secara tidak sengaja, batu ini didapatkannya di lubang penambangan pada kedalaman 50 meter. Karena penasaran, ia pun tertarik memoles batu tersebut dan jadilah batu satam yang kita kenal sekarang.
Ciri-ciri Batu Satam
Ciri-ciri batu satam antara lain mempunyai permukaan berwarna hitam kelabu sampai hitam legam mirip seperti batu akik onyx. Terdapat uliran serat-serat yang terukir secara alami di dalam batu ini akibat gesekan yang terjadi dengan arus air di bawah tanah. Wujud bongkahan batu satam bisa bermacam-macam, ada yang berbentuk bulat, lonjong, hingga tidak beraturan.
Batu yang Unik
Batu satam adalah batu akik yang sangat unik karena terbuat dari meteor. Bahkan pamor batu ini sudah menyebarluas hingga seluruh penjuru dunia mengetahuinya. Mengingat bahan bakunya berasal dari luar angkasa, keberadaan batu satam kian hari semakin menipis. Hal ini pulalah yang mendorong harga batu ini terbilang mahal berkisar antara Rp500 ribu - Rp3 juta untuk batu yang masih berupa bongkahan.
Batu Penangkal Kekuatan Jahat
Menurut mitos yang beredar, batu satam bertuah untuk menangkal ilmu magis yang berniat jahat seperti santet, guna-guna, dan sebagainya. Batu ini juga diklaim mampu mengusir setan dan jin pengganggu dari tubuh si pemilik. Karena itu, masyarakat Belitung biasanya menanamkan empat butir batu satam di sudut-sudut rumah dengan maksud untuk meningkatkan keamanan tempat tinggalnya. Meskipun begitu, hanya Allah SWT yang Maha Melindungi dan Maha Penyelemat.
Komentar
Posting Komentar