Berkat keindahannya, batu akik obsidian kini semakin dicari oleh para batu mania. Daya tarik utama dari batu ini adalah wujud fisiknya yang jernih dan mengkilap saat tertimpa cahaya. Sekilas batu obsidian biru terlihat seperti batu blue safir, sedangkan batu obsidian hijau mirip sekali dengan batu zamrud. Yang lebih menggiurkan, harga batu ini cukup terjangkau tidak seperti batu-batuan akik lainnya.
Batu obsidian terbentuk dari lava gunung berapi yang mengandung unsur silika cukup tinggi. Kandungan terbesar dari batu ini adalah SiO2 yang mencapai lebih dari 70 persen. Tingkat kekerasan batu obsidian adalah 5-5,5 dalam skala Mohs alias tidak terlalu kokoh dan lebih rendah dari batu pasir emas. Batu ini hadir dalam berbagai warna-warni yang menarik seperti biru, hijau, hitam, merah, putih, kuning, dan ungu.
Batu Obsidian
Ciri-ciri Batu Obsidian
Seperti kita ketahui, semua batu akik mempunyai karakteristik yang khas. Begitu pula dengan batu obsidian. Penampilan batu ini sekilas mirip seperti kaca dengan gelembung-gelembung kecil di dalamnya. Karena bukan termasuk batu-batuan kristal, batu ini tidak mempunyai struktur khusus dari pola kristal di dalamnya. Apabila dikenai sinar dari lampu senter, cahaya tersebut dapat menembus batu dan meneruskannya.
Sudah Dikenal Lama
Ternyata, eksistensi batu obsidian sudah dikenal cukup lama oleh masyarakat Indonesia. Biasanya nenek moyang kita menggunakan batu ini sebagai alat pemotong dan senjata tombak. Batu obsidian juga merupakan salah satu barang yang wajib dihadirkan dalam upacara adat karena dipercaya mampu mengusir roh-roh jahat.
Mudah Ditemukan Di Lereng Gunung Berapi
Batu obsidian adalah batu mulia setengah matang atau tanggung. Batu akik ini bisa ditemukan dengan mudah di lereng-lereng gunung berapi yang masih aktif. Tidak sulit mengenali bongkahan batu obsidian karena permukaannya sudah terlihat mulus dan mengkilap walaupun belum dipoles.
Komentar
Posting Komentar