Apakah anda ingin mencari batu akik sendiri? Kedengarannya sangat mengasyikkan ya. Apalagi bagi anda yang notabene seorang pecinta alam.
Memang benar, berburu batu akik bisa diibaratkan seperti berburu harta karun. Kalau mujur anda bisa berbangga dan menukarkannya dengan pundi-pundi rupiah. Namun jika kurang beruntung, pengalaman tentu akan menjadi memori yang berharga dan tak pernah terlupakan.
Pada umumnya, batu akik bisa ditemukan di mana-mana, mulai dari pegunungan, sungai, hingga lautan. Bahkan, tidak sedikit orang yang mengaku menemukan bongkahan batu akik di pekarangan rumahnya. Hal ini bukanlah kabar yang mengherankan karena sebagian besar wilayah di Indonesia mempunyai gunung berapi yang merupakan sumber lahar sebagai material pembentuk batu. Namun satu aturan dasar yang menjadi landasan dalam pencarian batu akik di manapun, yaitu dilarang merusak lingkungan alam dan sekitarnya.
Bongkahan Batu Akik
Alat dan Bahan :
- Martil
- Cangkul
- Linggis
- Golok
- Senter
- Kotak P3K
Langkah-langkah :
- Untuk mencari batu akik secara tradisional, anda membutuhkan insting yang kuat. Tentukan kira-kira di manakah tempatnya batu-batu ini tertimbun tanah. Apakah di daerah pegunungan, di pinggir sungai, atau di tepi pantai? Biasanya di sekitar tanah yang pernah ditemukan batu akik, masih terkandung sisa-sisa batu hias ini.
- Setelah anda menentukan ingin mencari batu mulai dari sebelah mana, selanjutnya siapkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan nanti. Perlu diketahui, batu akik memiliki tingkat kekerasan yang tinggi dan kebanyakan terkubur di dalam tanah. Batu-batu yang terhampar di permukaan tanah biasanya lebih rapuh dan tidak cocok dijadikan perhiasan. Meskipun begitu, ada kemungkinannya juga anda bisa mendapatkan batu akik yang teronggok di permukaan tanah, terutama di kawasan hutan belantara yang belum pernah terjamah manusia.
- Langkah berikutny adalah gali tanah yang telah dideteksi mengandung batu akik sampai kedalaman 3 meter. Apabila belum terdapat tanda-tanda adanya batu permata yang tersembunyi, anda bisa beralih ke daerah lainnya. Sebagai catatan, pada saat proses penggalian batu berlangsung, ayunkan lah cangkul dengan hati-hati agar tidak berpotensi merusak bongkahan batu akik. Perlu anda ketahui, harga bongkahan batu yang berukuran besar jauh lebih mahal daripada batu yang berukuran kecil. Jadi akan sangat rugi apabila bongkahan batu tersebut pecah menjadi kepingan-kepingan kecil.
- Bongkahan batu akik bisa dikenali dari permukaannya yang tampak berwarna menarik. Ada yang merah, biru, hijau, jingga, cokelat, putih, dan lain-lain. Apabila batu tersebut ditoreh sedikit memakai martil, maka warna yang terlihat akan tampak lebih jelas dan terkadang juga sudah muncul seratnya. Saat dijinjing, bobot batu akik juga terasa lebih berat dibandingkan batu biasa karena susunan materialnya jauh lebih padat.
- Selain ciri-ciri umum di atas, setiap jenis batu akik juga memiliki karakteristik khusus. Misalnya batu zamrud berwarna hijau, batu pandan berserat asap, dan batu mirah delima berkelir merah. Disarankan kepada anda untuk mempelajari secara mendalam wujud dari setiap bongkahan batu akik, kemudian memahaminya.
- Setelah anda berhasil menemukan bongkahan-bongkahan batu akik, kini saatnya memoles batu tersebut agar tampilannya terlihat semakin indah.
Komentar
Posting Komentar