Batu akik darah (bloodstone) adalah batu akik yang unik karena mampu menyerap cairan-cairan yang ada di sekitarnya. Beberapa orang mengenal batu ini dengan sebutan batu naga sui, sedangkan nama ilmiahnya adalah heliotrope. Ada yang bilang penamaan batu darah dikarenakan batu ini memiliki permukaan berwarna merah pekat. Namun ada pula yang mengatakan kalau khasiatnya dalam menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan darah lah yang menjadi dasar dari penamaan batu ini.
Batu Darah
Batu darah merupakan batu akik yang sangat indah. Ciri-ciri dari batu ini yaitu memiliki permukaan yang didominasi oleh warna merah dan berpadu dengan warna hitam, cokelat, ataupun hijau. Sekilas, warna merah tersebut tampak seperti bercak darah yang tak beraturan dengan background berupa kristal agak buram. Batu darah sering dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan cincin akik dan mempunyai tingkat kekerasan 6,5 dalam skala Mohs.
Batu darah termasuk ke dalam batu-batuan jenis chalcedony. Batu ini terbentuk dari cryptocristalline yang terdiri atas campuran unsur kuarsa dan monoclynic polymorph moganite. Unsur-unsur inilah yang menimbulkan bercak warna merah pada penampang batu darah ini.
Tetesan Darah Yesus
Dalam mitologi kristen, khususnya pada masyarakat Perancis, dikenal kisah berjudul Le Shang Du Chris atau darah Kristus yang menetesi batu jasper. Diceritakan bahwa batu darah konon terbentuk dari batu jasper yang terkena tetesan darah Yesus. Pada saat proses penyaliban dilakukan, kebetulan tepat di bawah tempat penyaliban tersebut terhampar batu-batu jasper yang berwarna hijau. Darah Yesus yang menetes mengenai permukaan batu lambat laun terserap ke dalam pori-porinya dan terbentuklah batu darah yang dikenal sekarang ini. Namun, kisah mitologi ini tidak bisa dibuktikan lebih jauh karena unsur-unsur penyusun kedua batu darah tidak sama dengan batu jasper.
Ada di Gunung Slamet
Kebanyakan orang mengira jika batu darah yang ada di Indonesia didatangkan langsung dari luar negeri, seperti Australia dan India. Ternyata anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena Nusantara juga mempunyai tambang batu darah. Tepatnya di kaki Gunung Slamet yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes, anda bisa menemukan tambang batu akik yang satu ini. Masyarakat setempat masih mengandalkan cangkul dan martil untuk mencari bongkahan batu akik jenis bloodstone ini.
Batu Obat Darah
Pada dasarnya, pecinta batu akik mempercayai jika batu darah berkhasiat untuk menyembuhkan segala penyakit yang berhubungan dengan darah. Entah itu sekadar menutup luka sayatan di lapisan kulit maupun menormalkan tekanan darah di dalam tubuh si empunya. Uniknya, batu darah ini mampu menyerap cairan darah yang ditempelkannya sehingga proses pembekuan darah di tubuh kita pun berjalan lebih cepat.
Batu Wajib Tenaga Medis
Tidak sedikit kolektor batu akik yang menyarankan batu darah sebagai perhiasan yang wajib dipakai oleh para tenaga medis. Hal ini tidak terlepas dari mitos jika batu ini diklaim sanggup menyembuhkan segala penyakit yang berhubungan dengan darah. Jika anda berprofesi sebagai dokter dan perawat, tidak ada salahnya bagi anda mengenakan cincin bermahkotakan batu darah ini. Namun sekali lagi kami ingatkan bahwa sah-sah saja bagi anda untuk mengoleksi batu akik, tetapi sebaiknya jangan terlalu terbuai dengan mitos akan tuah-tuah yang dikandung batu tersebut. Hanya Allah SWT yang Maha Mengobati dan Maha Menyembuhkan.
Komentar
Posting Komentar